/* hilangkan navbar ----------------------------- */ #navbar-iframe { height:0px; visibility:hidden; display:none }

meta console

Penelitian TIndakan Sekolah (PTS) Part 3

 Penelitian TIndakan Sekolah (PTS) Part 3


JASA PEMBUATAN PTK KENAIKAN PANGKAT PNS/PERSIAPAN PLPG/UKG
JUDUL-JUDUL PTK KLIK DISINI
Ggak Punya waktu mengerjakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas)??? Di sini nih... Solusinya.. 
Ciuuussss... ambil Hp, segera hubungi CS kami, pertanyaan-pertanyaan anda seputar PTK akan terjawab dengan lengkap...haha..kaya buku aja lengkap.
Buruan...
MAU KONSULTASI PTK?
BUTUH PROPOSAL PTK?
BUTUH GAMBARAN JUDUL PTK??
BUTUH PTK LENGKAP, NO COPY-COPY, ASLI DAN ORISINIL
PTK TERBARU DAN BELUM PERNAH TERPUBLIKASIKAN
PTK NYA SEKALIAN DIJADIKAN JOURNAL JUGA BOLEH PAK/BU....
LANGSUNG SAJA HUBUNGI CS KAMI DI :

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.   SIMPULAN
Berdasarkan uraianyang telah dikemukakan maka,pada bab Vinidapat disimpulkan bahwa Penelitian Tindakan Sekolah yang berjudul: “Upaya Peningkatan  Kemampuan Guru kelas V Sekolah Dasar Dengan ModelPembelajaranKooperatifMelalui Supervisi Klinis di Gugus Kartini Kecamatan Kedawung Kabupaten SragenSemester I Tahun Pelajaran  2013/2014”  ternyata dapat terbukti kebenarannya.
Hal ini dibuktikan dengan naiknya skorhasil kegiatanpembelajaran dari 49 menjadi 67 pada siklus 1, dan 78  pada siklus 2. Total kenaikan sebesar59 %. Proses  supervisi klinis atau dalam hal ini pembimbingan dengan partisipasi aktif Pengawas Sekolah sebagai peneliti, dari kondisi awal belum dilaksanakansemula 0menjadi dilaksanakan dengan skor keberhasilan 18  pada siklus 1, dan keberhasilan 29  pada siklus 2, sehingga total kenaikan keberhasilan  96%.
Selain kenaikan skor data pengamatan di atas, keberhasilan tindakan juga dibuktikan dengantampaknya indikator keberhasilan sebagai berikut ; 
  1. Pembimbingankelompok kecil danindividu dilakukan secara seriusmenarik.
  2. Guru melaksanakan pembelajaranmodel kooperatifdengan bimbingan Pengawas Sekolah sebagai peneliti.

  3. 39
     
    Pengawas Sekolah banyak memberi contoh pembelajaran yang menarikhati.
  4. Pengawas Sekolah menjelaskan isi standar proses dan pengelolaan pembelajaranmodel kooperatif serta teknis memasukannya dalam kegiatan         inti proses pembelajaran.
  5. Pelaksanaan pembimbingan dilakukan secara teratur, karena dilakukan sendiri oleh Pengawas Sekolah sebagai peneliti di Dabin Gugus Sekolah ini.

B.    SARAN
1.      Kepada rekan-rekan Pengawas Sekolah, agar dalam melakukan pembinaan terhadap guru di daerah binaannya dapat menggunakan langkah-langkah penelitian ini. Teknik supervisi dilakukan bervariasi menurut kondisi guru, sehingga mudah mencapai hasil pembelajaran yang lebih baik. Perlu  juga diubah pelaksanaan supervisi yang diartikan tidak hanya menilai guru secara langsung di dalam kelas, tetapi lebih dari itu, adalah meningkatkan kemampuan guru dalam penerapanmodel pembelajaran kooperatif. Sehingga dengan pendekatan ini, guru dalam melakukan pembelajaran merasa perlu dan penting untuk meningkatkan prestasi yang lebih baik. Pembimbingan yang sungguh-sungguh sudah selayaknya merupakan kewajiban tugas-tugaspokok dan fungsiPengawas Sekolah, sehingga mampu mencapai hasil sesuai dengan harapan.
2.      Kepada para Kepala Sekolah, agar cara pembinaan tersebut dapat diterapkan dalam membina guru–guru, sehingga seorang guru akan merasa senang, nyaman melaksanakanmodel-modelpembelajaran di kelasnya,seperti model kelompok kecil yang sangat menyentuh anak dalam belajarnya,sehingga pada gilirannya, guru mampu meningkatkanmutudiri yang selanjutnya secara profesional meningkatkan prestasi belajar para siswanyadan dapat meningkatkan mutu pendidikan pada umumnya sesuai dengan harapanorang tua, masyarakat dan bangsa Indonesia tercinta ini.